Padi Melimpah Beras Langka: Ada Apa dengan Rantai Pasok OKU Timur?

Rabu 05-08-2026,08:54 WIB
Reporter : redokutpos
Editor : redokutpos

OKUTIMURPOS.COM– Beberapa hari terakhir, pemandangan janggal terjadi di sejumlah minimarket di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan. Rak-rak yang biasanya dipenuhi beras kemasan tampak melompong. 

 

 

Kalaupun ada, pilihannya sangat terbatas. Kondisi ini memicu pertanyaan menggelitik: bagaimana mungkin sebuah wilayah yang ditasbihkan sebagai salah satu lumbung pangan nasional justru mengalamai kelangkaan beras di tingkat konsumen lokal?

 

Ironi ini menuntut perhatian serius. OKU Timur bukanlah wilayah yang miskin produksi Padi. Data Badan Pusat Statistik (BPS) memproyeksikan luas panen padi di OKU Timur pada 2026 mencapai 138.174 hektare dengan perkiraan produksi 1.075.537 ton Gabah Kering Panen (GKP) atau setara 530.275 ton beras.

 

Dengan produktivitas mencapai 6,68 ton Gabah Kering Giling (GKG) per hektare jauh melampaui rata-rata nasional OKU Timur secara konsisten mengamankan posisinya dalam jajaran sepuluh kabupaten penghasil Padi terbesar di Indonesia. Identitas "Belitang" dan "OKU Timur" sebagai benteng ketahanan pangan pun telah melekat kuat bertahun-tahun.

 

Lantas, mengapa beras justru menghilang di tanah kelahirannya sendiri? Fenomena ini menandakan ada yang patah dalam tata niaga dan rantai pasok beras di daerah.

 

Kebocoran Nilai Tambah dan Ketiadaan Hilirisasi

 

Satu pertanyaan mendasar yang wajib dijawab: ke mana gabah hasil keringat petani OKU Timur mengalir?

 

Kategori :