Tak hanya itu, Kemnaker juga akan memperkuat kerja sama dengan perguruan tinggi serta balai pelatihan vokasi dan produktivitas agar pelaksanaan program pemagangan ke depan makin efektif.
Selanjutnya dalam kunjungan tersebut, Cris disambut Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Barat, Kusnali, bersama Kepala Lapas Kelas I Sukamiskin, Fajar Nur Cahyono.
Fajar menilai program pemagangan bersama Kemnaker sangat membantu proses pembinaan di lapas. Program ini juga memberi peluang bagi warga binaan untuk memiliki keterampilan yang berguna saat kembali ke masyarakat.
“Program ini sangat membantu kegiatan pembinaan di pemasyaraka tan sekaligus membuka peluang bagi warga binaan untuk memiliki keterampilan yang bermanfaat ketika kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Cris juga berbincang langsung dengan peserta MagangHub. Salah satunya Anggi dari Lapas Narkotika Kelas IIA Bandung. Lulusan Universitas Padjadjaran itu mengikuti pemagangan di sektor peternakan.
BACA JUGA:Menaker Tegaskan THR 2026 Wajib Dibayar Penuh, Tak Bisa Dicicil
Anggi mengaku senang bisa mengikuti program tersebut. Ia mengatakan, pemagangan di lapas memberinya pandangan baru tentang kehidupan di lembaga pemasyarakatan.
BACA JUGA:Wamenaker: Perusahaan Harus Konsisten Jalankan Norma Ketenagakerjaan agar Pekerja Terlindungi
“Awalnya saya kira di dalam lapas para warga binaan hanya dikurung saja. Ternyata banyak kegiatan pembinaan, antara lain peternakan, pertanian, pramuka, dan konveksi,” ujarnya.
BACA JUGA:Menaker Yassierli: Transformasi BLK Disiapkan jadi Klinik Produktivitas dan Inkubator Bisnis
Anggi juga sempat menunjukkan jersei hasil karyanya dari pelatihan konveksi. Menariknya, produk tersebut dipasarkan secara online melalui marketplace. Hal ini menunjukkan bahwa program pemagangan tidak hanya memberi pengalaman belajar, tetapi juga membuka peluang usaha. (*)