Busyro menekankan bahwa pencegahan korupsi harus menjadi agenda bersama dan bahwa Muhammadiyah memiliki tanggung jawab moral untuk terlibat aktif, khususnya melalui pendidikan dan keteladanan etis.
“Pendidikan yang mengintegrasikan nilai-nilai agama, keadilan sosial, dan integritas personal adalah kunci dalam menciptakan perubahan berkelanjutan,” ungkap Busyro.
Menurutnya, Muhammadiyah menyatakan kesiapannya menerima Izin Usaha Pertambangan (IUP) dengan semangat mewujudkan keadilan sosial dan kesejahteraan masyarakat.
Organisasi ini berkomitmen mengelola sumber daya alam secara bertanggung jawab, dengan melibatkan profesional dari kalangan kader, warga persyarikatan, hingga akademisi, serta memanfaatkan teknologi guna meminimalisir dampak lingkungan.(*)