hut okut22
Disway Award

Peletakan Batu Pertama Masjid Baitul Huda Desa Mekar Jaya Belitang Madang Raya

Peletakan Batu Pertama Masjid Baitul Huda Desa Mekar Jaya Belitang Madang Raya

Foto: IST - Wabup Yudha saat mendampingi Wakil Gubernur Sumatera Selatan, H. Cik Ujang di Masjid Baitul Huda di Desa Mekar Jaya, Kecamatan Belitang Madang Raya, Kabupaten OKU Timur, Rabu (1/4/2026)--

OKUTIMUR.COM - Wakil Gubernur Sumatera Selatan Cik Ujang melakukan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Baitul Huda di Desa Mekar Jaya, Kecamatan Belitang Madang Raya, Kabupaten OKU Timur, Rabu (1/4/2026).

 

Dalam kegiatan tersebut Cik Ujang didampingi Wakil Bupati OKU Timur HM Adi Nugraha Purna Yudha SH diikuti para pejabat pemprov Sumsel,forkopimda, Tokoh agama serta tokoh masyarakat.

 

Wakil Gubernur Cik Ujang menegaskan bahwa pembangunan Masjid bukan sekadar mendirikan bangunan fisik, tetapi merupakan upaya mulia dalam membangun peradaban umat.

 

 

Menurutnya, masjid memiliki peran penting sebagai pusat ibadah, pendidikan, silaturahmi serta pembinaan akhlak dan karakter masyarakat.

 

 

Sementara Wakil Bupati HM Adi Nugraha Purna Yudha SH yang mendampingi Wagub menyampaikan, Terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan telah membantu pembangunan Masjid Baitul Huda di Desa Mekar Jaya, Kecamatan Belitang Madang Raya.

 

BACA JUGA:Gubernur Herman Deru Resmikan Masjid Al Azhar Cidawang OKU Timur

 

"Semoga pembangunan Masjid ini dapat segera selesai dan digunakan  untuk kegiatan beribadah bagi masyarakat sekitar, " Jelasnya.

 

BACA JUGA:22 Tahun OKU Timur: Konsistensi Kepemimpinan Enos–Yudha Capai Daerah Maju, Mandiri, dan Berprestasi

 

Selain itu Wakil Bupati OKU Timur dalam sambutannya mengapresiasi semangat gotong royong masyarakat yang telah berswadaya. Ia juga mengingatkan agar rasa memiliki terhadap aset desa tetap terjaga pasca pembangunan.

 

"Seluruh masyarakat sudah berswadaya. Jika masjid ini sudah dibangun, masyarakat jangan lepas tangan. Segala sesuatu yang dibangun bersama adalah hal mulia, dan rasa memiliki itu penting. Maka saya tekankan kita harus mempunyai rasa memiliki aset-aset desa agar semuanya terpelihara dengan baik," pesannya. 

 

Sedangkan ketua Panitia H. Tuhana menyampaikan bahwa pembangunan Masjid Baitul Huda merupakan buah dari kebersamaan warga yang telah berjuang selama enam tahun terakhir. Melalui iuran wajib sebesar Rp 50 ribu per bulan, panitia berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp 210 juta yang disimpan di Bank Syariah Indonesia (BSI).

 

Pembangunan masjid baru ini direncanakan seluas 17 m2, dengan estimasi total biaya Rp 1.2 Milyar.

 

"Selama enam tahun terakhir, warga secara swadaya mengumpulkan iuran wajib sebesar Rp 50 ribu per bulan hingga saat ini sudah terkumpul Rp 210 juta yang disimpan di BSI. Ini semua berkat kebersamaan dan kerja keras kita bersama," Ungkapnya. 

 

Oleh karena itu, Dengan dimulainya pembangunan ini, diharapkan Masjid Baitul Huda dapat segera rampung dan menjadi pusat kegiatan ibadah serta pemberdayaan umat di Desa Mekar Jaya dan sekitarnya.(*) 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: