MARTAPURA, OKUTIMURPOS.COM - Di tengah tantangan musim kemarau dan ancaman El Niño, program Cetak Sawah Rakyat (CSR) di Kabupaten OKU Timur menunjukkan performa impresif dengan hasil panen mencapai 7,76 ton gabah kering panen (GKP) per hektare. Capaian ini terungkap saat Bupati OKU Timur, Ir. H. Lanosin, M.T., M.M., memimpin Panen Raya Indeks Pertanaman (IP) 200 di Desa Campang Tiga Ulu, Kecamatan Cempaka, pada Rabu (28/10/2026).
Komitmen Memperkuat Ketahanan Pangan
Dalam kegiatan yang memanen area seluas 3 hektare dari total 97,12 hektare lahan CSR tersebut, Bupati Lanosin menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan buah sinergi antara petani dan pemerintah. Ia menyebut program ini sebagai langkah nyata mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam menjaga stabilitas pangan nasional.
“Di tengah musim kemarau dan ancaman El Niño, alhamdulillah sektor pertanian OKU Timur tetap mampu menunjukkan ketahanannya. Ini menjadi bukti bahwa melalui kerja keras petani, dukungan pemerintah, dan sinergi seluruh pihak, produktivitas pertanian harus terus kita jaga dan tingkatkan,” ujar Lanosin.
Dukungan Alsintan untuk Keberlanjutan
Guna menjaga produktivitas, Pemerintah Kabupaten OKU Timur bersama pemerintah pusat menyalurkan bantuan berupa 200 unit pompa air, 38 unit rice transplanter, serta 22 unit sumur bor. Bantuan ini ditujukan untuk menekan biaya operasional sekaligus memastikan ketersediaan air irigasi bagi petani.
Kepala Dinas Pertanian OKU Timur, Niswaturrohmah, S.T.P., M.E.P., menambahkan bahwa hingga saat ini, konstruksi lahan CSR di wilayahnya telah mencapai 4.930,56 hektare dari total 6.149,97 hektare yang disurvei. Pihaknya optimistis bahwa keberlanjutan program pada tahun 2026-2027 akan mampu memperluas areal tanam secara signifikan di seluruh OKU Timur. (clau)