Kenaikan harga daging Sapi ini turut dirasakan oleh para pembeli. Sebagian masyarakat mengaku harus menyesuaikan jumlah pembelian agar tetap bisa memenuhi kebutuhan dapur di tengah kondisi ekonomi yang sedang tidak menentu.
Salah satu pembeli, Siti (38), warga Martapura, mengaku tetap membeli daging Sapi meskipun harganya naik, namun dengan jumlah yang lebih sedikit dari biasanya.
“Kalau sekarang memang terasa naik. Biasanya saya beli satu kilo untuk stok di rumah, sekarang paling setengah kilo saja. Soalnya kebutuhan lain juga ikut naik, jadi harus diatur-atur,” ujarnya.
Ia mengatakan daging Sapi masih menjadi salah satu bahan makanan yang tetap dicari, terutama untuk menu keluarga di akhir pekan atau saat ada acara tertentu.
“Kalau lagi ada keluarga datang atau mau masak yang agak spesial tetap beli daging, tapi ya sekarang lebih hemat saja,” tambahnya.
Hal senada juga disampaikan oleh pembeli lainnya, Rudi (42), yang mengaku kondisi ekonomi saat ini membuat masyarakat harus lebih bijak dalam berbelanja kebutuhan pokok.
“Sekarang hampir semua harga bahan makanan naik, bukan cuma daging. Jadi kita sebagai pembeli juga harus menyesuaikan. Kadang beli sedikit saja tapi cukup untuk sekali masak,” katanya.
Menurutnya, meskipun harga daging cukup tinggi, sebagian masyarakat tetap membelinya karena sudah menjadi kebutuhan untuk variasi menu keluarga.