Wujudkan Komitmen Zero HP, Lapas Martapura Rutin Razia Gabungan
Lapas Kelas IIB Martapura saat melaksanakan razia gabungan. Deo/okutpos--
MARTAPURA, OKUTIMURPOS.COM - Dalam rangka mewujudkan komitmen pemasyarakatan yang bersih dari peredaran telepon genggam ilegal, praktik penipuan, serta penyalahgunaan dan peredaran narkotika, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Martapura rutin melaksanakan razia gabungan bersama Aparat Penegak Hukum (APH) sekaligus pemusnahan barang bukti hasil razia, Senin (01/06).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIB Martapura, Bapas Abas Ruchandar, didampingi oleh Ka. KPLP, Kasi Kamtib, dan Kasi Binadik dan Giatja, serta pejabat struktural lainnya. Razia gabungan ini juga melibatkan Aparat Penegak Hukum sebagai bentuk sinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan pemasyarakatan.
Pelaksanaan razia menyasar kamar hunian warga binaan dengan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap barang-barang yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban. Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi program akselerasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan serta komitmen dalam mewujudkan Lapas yang bebas dari handphone, pungutan liar, dan narkoba (HALINAR).
Selain pelaksanaan razia, kegiatan juga dirangkaikan dengan pemusnahan barang bukti hasil razia yang telah dikumpulkan dalam kurun waktu tertentu.
"Barang bukti yang dimusnahkan antara lain berupa benda-benda terlarang dan barang yang tidak seharusnya berada di dalam lingkungan lapas, seperti sikat gigi, korek, botol parfum kaca, dan barang-barang lain yang berpotensi mengganggu keamanan.
Dalam arahannya, Kepala Lapas Kelas IIB Martapura, Bapas Abas Ruchandar, menegaskan bahwa kegiatan razia gabungan dan pemusnahan barang bukti merupakan langkah nyata dalam menjaga keamanan serta menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang kondusif.
“Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen kami untuk terus mendukung program Zero Handphone, Penipuan, dan Narkotika di dalam lapas. Sinergi dengan Aparat Penegak Hukum akan terus diperkuat guna memastikan keamanan dan ketertiban tetap terjaga serta mencegah berbagai potensi gangguan yang dapat menghambat proses pembinaan warga binaan,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: