BACA JUGA:KPK Resmi Tahan Yaqut Cholil Qoumas, Mantan Menteri Agama Periode 2020-2024
“Fenomena ini memicu lonjakan kebutuhan akan tenaga kerja berketerampilan tinggi (high-skilled labor) . Perusahaan kini mencari SDM yang tidak hanya mampu mengoperasikan teknologi, tetapi juga mahir merancang, mengelola, dan berkolaborasi dengan sistem AI,” tambahnya.
Selain itu Menaker menyampaikan, delapan dari 11 keterampilan inti (core skills) yang diprediksi sangat dibutuhkan pada tahun 2030 adalah human skills .
Keterampilan ini menekankan kemampuan kognitif, sosial, dan pengelolaan diri yang justru menjadi pembeda manusia di tengah percepatan teknologi.
Berikutnya, Delapan keterampilan tersebut meliputi Kepemimpinan dan Pengaruh Sosial (Leadership and Social Influence) , Berpikir Analitis (Analytical Thinking) , Berpikir Kreatif (Creative Thinking), Ketahanan, Fleksibilitas dan Ketangkasan (Resilience, Flexibility, and Agility), Rasa Ingin Tahu dan Pembelajaran Sepanjang Hayat (Curiosity an d Lifelong Learning) , Motivasi dan Kesadaran Diri (Motivation and Self-Awareness) , Empati dan Mendengarkan Aktif (Empathy and Active Listening) , serta Manajemen Talenta (Talent Management).
Kegiatan Sanlat pada 7–8 Maret 2026 ini merupakan hasil kolaborasi Kemnaker, Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dan Majelis Ulama Indonesia (MUI), serta diikuti 300 peserta.
Kemudian penguatan nilai dan karakter selama Ramadan, para peserta juga memperoleh pembekalan sesi dimana dikenalkan berbagai bidang pelatihan vokasi mulai dari refrigerasi, las, elektronika, pariwisata, hingga teknologi informasi yang difasilitasi oleh BBPVP Bekasi.