hut okut22
Disway Award

Ramadan sebagai Ruang Refleksi Demokrasi: Menimbang Moralitas, Partisipasi dan Tata Kelola

Ramadan sebagai Ruang Refleksi Demokrasi: Menimbang Moralitas, Partisipasi dan Tata Kelola

Foto: IST Beni Susanto, SH (Pengamat Demokrasi) --

OKUTIMURPOS.COM - Bulan Ramadan merupakan momentum penting dalam kehidupan sosial bangsa, tidak hanya sebagai periode peningkatan kualitas spiritual individu, tetapi juga sebagai ruang refleksi bersama terhadap nilai-nilai kebangsaan dan kehidupan bernegara.

 

Dalam konteks demokrasi, Ramadan dapat dimaknai sebagai waktu yang tepat untuk melakukan perenungan kolektif mengenai bagaimana nilai moral, partisipasi masyarakat dan tata kelola pemerintahan dijalankan secara berkelanjutan dan bertanggung jawab.

 

 

Demokrasi sebagai sistem pemerintahan pada hakikatnya tidak hanya bertumpu pada mekanisme formal, tetapi juga memerlukan fondasi nilai yang kuat agar mampu berfungsi secara efektif dan inklusif.

 

BACA JUGA:Harapan Publik dan Arah Demokrasi ke Depan

 

Oleh karena itu, refleksi demokrasi di bulan Ramadhan menjadi relevan untuk memperkuat pemahaman bahwa praktik demokrasi yang sehat memerlukan keseimbangan antara aturan, etika dan kesadaran kolektif seluruh elemen bangsa.

 

 

Moralitas publik merupakan salah satu pilar penting dalam menjaga kualitas demokrasi. Demokrasi yang berjalan secara prosedural memerlukan dukungan nilai-nilai etis agar dapat menghasilkan kebijakan dan pelayanan publik yang berorientasi pada kepentingan masyarakat luas.

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: