Harapan Publik dan Arah Demokrasi ke Depan
Beni Susanto, SH (Pengamat Demokrasi--
OKUTIMURPOS.COM - Demokrasi tidak hanya dimaknai sebagai mekanisme elektoral yang berlangsung secara periodik, tetapi juga sebagai proses berkelanjutan yang menuntut kehadiran negara dalam menjawab aspirasi publik. Dalam konteks ini, harapan masyarakat terhadap Demokrasi tidak berhenti pada pemenuhan prosedur formal, melainkan juga pada sejauh mana Demokrasi mampu menghadirkan keadilan, kepastian hukum, serta kesejahteraan yang merata.
Oleh karena itu, membicarakan arah demokrasi ke depan berarti menempatkan harapan publik sebagai titik pijak utama dalam merumuskan kebijakan dan tata kelola pemerintahan.
Perubahan sosial yang cepat, meningkatnya literasi politik masyarakat, serta dinamika global yang semakin kompleks turut memengaruhi cara publik memandang demokrasi.
Masyarakat tidak lagi sekadar menjadi pemilih, tetapi juga penilai aktif terhadap kinerja institusi demokrasi.
Dalam situasi ini, demokrasi dihadapkan pada tantangan sekaligus peluang untuk melakukan konsolidasi yang lebih substantif.
Salah satu harapan utama publik adalah terwujudnya demokrasi yang tidak berhenti pada prosedur, tetapi juga menghasilkan dampak nyata bagi kehidupan sehari-hari.
Partisipasi dalam pemilu, misalnya, diharapkan tidak hanya berakhir pada bilik suara, melainkan berlanjut dalam bentuk kebijakan publik yang responsif dan berpihak pada kepentingan umum.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

