hut okut22
Disway Award

Yassierli: Tanpa Skill, Anak Muda Bisa Tersisih dari Pasar Kerja

Yassierli: Tanpa Skill, Anak Muda Bisa Tersisih dari Pasar Kerja

Foto:HMS - Menaker saat memberikan kuliah umum di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, Senin 9 februari 2026--

Dampaknya, tenaga kerja dituntut lebih adaptif—terutama generasi muda yang sedang bersiap masuk atau baru memulai karier.

 

Selanjutnya dalam konteks tersebut, Yassierli menilai cara pandang “cukup satu keahlian” sudah tidak relevan. Ia menyebut sekitar 59 persen pekerja di dunia diperkirakan perlu mempelajari keterampilan baru agar tetap sesuai dengan kebutuhan industri saat ini.

 

Jadi, Perubahan kebutuhan itu juga tercermin pada model kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja. 

 

Jika dulu seseorang cukup menjadi pakar di satu bidang, kini dibutuhkan kemampuan yang berlapis dan saling terhubung. Yassierli menyebut model T-Shaped (mendalam di satu bidang, memahami bidang lain), Pi-Shaped (memiliki dua keahlian utama), hingga M-Shaped atau multi-spesialisasi yang terintegrasi sebagai gambaran skillset yang perlu dibangun anak muda.

 

Oleh karena itu, Generasi muda memiliki akses untuk mengembangkan skillset tersebut, Yassierli menegaskan Kementerian Ketenagakerjaan memperkuat peran Balai Latihan Kerja (BLK) sebagai pusat pelatihan vokasi yang adaptif. 

 

Menurutnya, BLK tidak lagi hanya mengajarkan keterampilan konvensional, tetapi juga diarahkan untuk mengemban gkan talenta yang relevan dengan kebutuhan masa kini.

 

Ia menambahkan, kunci agar proses peningkatan kompetensi berjalan konsisten adalah growth mindset. 

 

Yassierli mengingatkan sekitar 50 persen pekerjaan di industri diprediksi akan berubah dalam 10 tahun ke depan, sehingga kemampuan untuk terus belajar ulang menjadi keharusan bagi pekerja, termasuk generasi muda.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: