Warga OKUT Tewas Kesetrum di Muara Enim

Warga OKUT Tewas Kesetrum di Muara Enim

// Warga OKUT tewas di Muara Enim kesetrum kabel listrik. Foto : Ilustrasi----

MUARA ENIM, OKUTIMURPOS.COM – Seorang warga bernama Iffitri Reka Saffutra (40), warga Desa Taman Harjo, Kecamatan Smendawai Suku III, Kabupaten Oku Timur, Sumsel. Tewas dengan luka bakar akibat sengatan listrik dibagian lehernya serta kaki kiri dan kanannya.

Hal itu diketahui setelah korban berhasil dievakuasi korban dilarikan ke Rumah Sakit Bukit Asam Medika (RS BAM).

“Dari keterangan tim dokter di tubuh korban ditemukan luka bakar karena sengatan listrik di bagian leher serta kaki sebelah kiri dan kanan korban," jelas Kapolres Muara Enim, AKBP Andi Supriadi didampingi Kapolsek Lawang Kidul, Iptu Charlie, Jumat 22 September 2023. Seperti dilansir dari enimekspres.co.id.

Menurut Kapolsek, Setelah dilakukan pemeriksaan tidak didapati adanya luka memar ataupun tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.

Sebelumnya menurut keterangan rekan korban Mamat (50), bahwa sebelum kejadian tepatnya sekitar pukul 20.15 WIB korban keluar dari mess PT Cipta Usaha Pratama untuk membeli rokok.

Tidak lama setelah keluar tersebut, dikabarkan bahwa korban tersengat aliran listrik yang tidak jauh dari mess tempat korban bekerja.

BACA JUGA:Ketum KONI OKU

Pada saat korban tersetrum di TKP ada orang yang hendak menolong korban. Namun muncul percikan api dari atas tiang listrik, dimana kabel tersebut melilit dileher korban sehingga orang yang hendak menolong berani untuk membantu, sebab diduga kabel masih adanya aliran listrik.

Tidak lama kemudian, setelah mendapatkan laporan dari masyarakat anggota Polsek Lawang Kidul tiba di TKP dan didapati korban masih dalam keadaan terlilit kabel di bagian leher.

Saat anggota Polsek Lawang Kidul melakukan pengecekan terhadap arus aliran listrik dengan menggunakan tespen masih terdapat aliran listrik.

Selanjutnya, anggota Polsek Lawang Kidul menghubungi pihak PLN untuk mematikan aliran listrik di sekitar TKP. Setelah itu anggota mengevakuasi dan selanjutnya membawa korban ke Rumah Sakit Bukit Asam Medika serta melakukan olah TKP.

“Pada saat korban berada di rumah sakit pihak dokter menyatakan keadaan korban sudah meninggal dunia," jelasnya.

BACA JUGA:Herman Deru Harapkan LDII Sebar Guru Ngaji Hingga Pelosok Sumsel

Sementara itu, lanjutnha pihak keluarga tidak bersedia dilakukan otopsi, karena menyadari ini merupakan musibah serta dituangkan dalam surat pernyataan. Sedangkan, untuk barang bukti kabel PLN yang melilit di leher korban untuk saat ini masih berada di TKP dan telah disterilkan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: