“Pekerjaan yang kita lakukan setiap hari bukan hanya untuk menyelesaikan tugas rutin, tetapi juga bagian dari memuliakan profesi kepolisian. Kalau bukan kita yang menjaga kemuliaan profesi ini, siapa lagi,” pesannya.
Selanjutnya Kapolda juga mengingatkan bahwa kerja yang baik, disiplin dan penuh tanggung jawab tidak sepatutnya dipandang sebagai pencitraan. Justru hal tersebut merupakan bentuk pengabdian dan tanggung jawab moral setiap anggota Polri dalam menjaga amanah institusi serta melayani masyarakat.
Menurutnya, profesi kepolisian akan tetap mulia apabila dijaga dengan integritas, ketulusan, dan kerja nyata yang konsisten. Karena itu, ia mengajak seluruh personel, baik anggota Polri maupun ASN di lingkungan Polda Sumsel, untuk bekerja dengan hati dan menjadikan pengabdian sebagai landasan utama dalam setiap pelaksanaan tugas.
Selain menekankan pentingnya integritas dan etos kerja, Kapolda juga menyoroti pentingnya akuntabilitas publik di era keterbukaan informasi. Ia menilai kerja-kerja kepolisian yang dilakukan setiap hari harus dapat dibuktikan dan dikomunikasikan secara baik kepada masyarakat, termasuk melalui platform digital institusi.
“Ketika publik bertanya apakah polisi benar bekerja setiap hari, maka kita harus mampu menunjukkan buktinya. Polisi tidak hanya bekerja dengan baik di lapangan, tetapi juga harus mampu menyampaikan kerja-kerja baik tersebut secara transparan di ruang digital,” tegasnya.
Jadi, keterbukaan dalam menunjukkan kerja nyata menjadi bagian penting dalam membangun dan merawat kepercayaan publik terhadap institusi Polri.
Melalui apel pagi tersebut, Kapolda berharap seluruh personel Polda Sumsel semakin memahami bahwa memuliakan profesi kepolisian dimulai dari tugas-tugas sehari-hari yang dijalankan dengan jujur, disiplin, dan penuh tanggung jawab. Pada akhirnya, kehormatan profesi Polri akan tetap terjaga ketika masyarakat benar-benar merasakan kehadiran polisi sebagai pelindung, pengayom dan pelayan yang bekerja dengan tulus.(*)