Meskipun dikendalikan secara otomatis, setiap kereta tetap dilengkapi Train Attendant (TA) untuk memberikan layanan kepada penumpang dan menangani kondisi darurat di dalam kereta.
EVP LRT Jabodebek, Mochamad Purnomosidi menjelaskan, LRT Jabodebek merupakan wujud transformasi transportasi publik berbasis teknologi tinggi yang mengutamakan keselamatan dan keandalan operasional.
"Dengan GoA 3, potensi kesalahan akibat faktor manusia dapat diminimalkan, dan efisiensi perjalanan semakin terjaga,” jelasnya.
Menurutnya, Selama periode Januari hingga 28 Juli 2025, LRT Jabodebek mencatat jumlah pengguna mencapai 15.471.862 orang, menandakan pertumbuhan positif dalam kepercayaan masyarakat terhadap transportasi publik berbasis rel otomatis.