Fakultas Pertanian Unbara Gelar Kuliah Umum Karantina Pertanian

Jumat 09-12-2022,07:12 WIB
Reporter : Pur
Editor : Pur

*Tema: Jaminan Kesehatn Tumbuhan pada E-Commerce

OKUTIMURPOSCOM, BATURAJA-Bagi para pengguna aplikasi Electronic Commerce (E Commerce) perlu waspada. Terutama ketika menjadi konsumen. 

Bukan tidak mungkin lalu lintas peredaran barang (produk) baik komoditi pertanian maupun lainnya membawa virus dan bakteri penyebab suatu penyakit tertentu.


Oleh karenanya diperlukan pengawasan yang ekstra. Terutama oleh Pemerintah melalui Balai Karantina Tumbuhan, Hewan dan Hayati lainnya.

Demikian inti dari isi kuliah umum dengan tema “Jaminan Kesehatan Tumbuhan pada Perdagangan Online (E Commercce).

Selaku narasumber tunggal adalah Dr Ir Antarjo Dikin MSc. Mantan Kepala Pusat Karantina Tumbuhan dan Keamanan Hayati Nabati ini menyampaikan materi lewat zoom meeting, Kamis (8/12/2022).

Menurut Antarjo, pria kelahiran Kota Palembang, 6 Februari 1963 ini, e commerce berpotensi sebagai perantara penyebaran organisme pengganggu tumbuhan (OPT).

Misalnya, produk yang diperjualbelikan melalui e commerce apakah ada jaminan bebas dari OPT yang ditandai dengan adanya Sertifikat Kesehatan Tumbuhan.

“Saya kasih contoh misalnya beberapa produk yang diperjual belikan melalui e commerce misalnya bunga potong, tusuk sate, patung, bunga kering, buah segar dan lain sebagainya. Nah, produk ini bisa saja menjadi media pembawa OPT atau bibit penyakit yang bisa menular ke tumbuhan atau bahkan ke manusia,” papar Antarjo, Analis Perkarantinaan Tumbuhan.


Kemudian, yang paling berbahaya adalah kejahatan perang dagang, yakni menghalalkan segala cara demi mencapai kekuasaan politik, ekonomi dan kepentingan kekuasaan (perang dagang).

Yakni Bio-terorisme, adalah penyelewengan penggunaan agen hayati (mikroorganisme) sebagai sumber atau penyebab suatu penyakit mematikan bagi hewan, tumbuhan dan manusia.

“Oleh karena kita perlu waspada terhadap ini semua. Dan bagi pemerintah ini menjadi perhatian penting sebagai upaya pengawasan dan pencegahan agar tidak terjadi masalah ini (bio terorisme),” tambah Antarjo yang memiliki kompetensi Ahli Utama Badan Karantina Pertanian.


Kuliah umum ini dibuka langsung oleh Rektor Universitas Baturaja Ir H Lindawati MZ MT. Rektor Unbara sangat mengapresiasi kegiatan tersebut, apalagi melibatkan para ahli dan praktisi yang sangat kompeten dibidangnya.


“Saya sangat mengapresiasi kegiatan kuliah umum ini. Sebagai upaya menambah ilmu dan wawasan mahasiswa dan para dosen di lingkungan Fakultas Pertanian ini. Kami mengucapkan terima kasih kepada Dekan Fakultas Pertanian Bapak Prof Dr Ir H Gribaldi MSi dan jajaran yang telah menyelenggarakan kegiatan kuliah umum ini. Dan kami ucapkan terima kasih juga kepada Bapak Dr Ir Antarjo Dikin MSc yang telah meluangkan waktu menjadi narasumber dalam kegiatan ini,” ujar Lindawati saat membuka kuliah umum.


Kuliah umum dihadiri Dekan Fakultas Pertanian, Wakil Dekan I dan II serta para Kepala Program Studi di lingkungan Fakultas Pertanian Unbara. Kuliah umum dihadiri ratusan mahasiswa baik tatap muka maupun secara online (zoom meeting). (pur)

Kategori :