Ujian Alam dan Sejuta Ton Gabah di Lumbung Padi OKU Timur
Foto: dok OTP - RillandoMaranansha Noor, S.E Ketua Tim Pertanian BPS Kab. OKU Timur--
OKUTIMURPOS.COM - Di atas kertas, angka satu juta ton gabah kering panen (GKP) tampak seperti statistik rutin bagi Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU Timur). Namun, di balik capaian 1.015.995 ton GKP pada 2026 ini, tersimpan cerita tentang ketangguhan petani menghadapi rentetan ujian alam yang tidak ringan.
Berdasarkan Berita Resmi Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Selatan yang dirilis pada 2 November 2026, produksi padi OKU Timur tahun ini mengalami koreksi. Angka tersebut sedikit menurun dibanding 2025 yang sempat menyentuh 1.075.537 ton GKP dengan luas panen 138.174 hektare. Artinya, terdapat penyusutan produksi sekitar 5,54 persen akibat luas panen yang terkoreksi ke angka 135.343 hektare.
Jika dikonversikan ke dalam gabah kering giling (GKG), produksi tahun ini tercatat sebesar 872.293 ton, dengan hasil beras sekitar 500.919 ton. Meski turun, mempertahankan volume produksi di atas satu juta ton di tengah gempuran anomali cuaca bukanlah prestasi yang bisa dipandang sebelah mata. Terlebih, wilayah ini masih menyumbang sekitar seperempat dari total produksi padi di Sumatera Selatan.
BACA JUGA:Taji Pemkab OKU Timur: Benahi Izin SPBU-LPG Nakal hingga Sengkarut Rantai Pasok Beras
BACA JUGA:Padi Melimpah Beras Langka: Ada Apa dengan Rantai Pasok OKU Timur?
Tahun 2026 memang menjadi tahun pengujian bagi sektor agraria OKU Timur. Sejak awal tahun, petani dihadapkan pada tiga pukulan telak secara beruntun: banjir yang merendam areal persemaian, serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) yang masif, hingga ancaman fenomena El Nino.
Banjir merusak tanaman muda, serangan hama mengancam fase pertumbuhan hingga menjelang panen, sementara El Nino memangkas ketersediaan air irigasi terutama di tengah proyek revitalisasi jaringan irigasi di Daerah Irigasi (DI) Komering mulai dari BK 12.
Situasi ini tidak hanya mengancam siklus tanam, tetapi juga membebani biaya operasional petani yang harus merogoh kocek lebih dalam untuk bahan bakar mesin pompa air.
Di sinilah letak kekuatan utama OKU Timur: ketahanan mental parapetaninya. Kawasan Belitang dan sekitarnya telah lama menjadi sentra produksi yang ditopang oleh jaringan irigasi Bendung Perjaya serta pengalaman turun-temurun. Ketika air sulit, petani harus lebih cermat mengatur jadwal. Ketika hama menyerang, upaya pengendalian dilakukan agar kerugian tidak meluas.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
